Implementasi Metode Art Therapy dalam Mencerdaskan Emosional Siswa

Bagus Mahardika

Dosen Fakultas Tarbiyah IIQ Annur Yogyakarta

 

Fenomena kenakalan pada pelajar kian marak selama beberapa tahun terakhir ini. Beberapa media baik media massa maupun media cetak seperti koran, kerap melaporkan peristiwa kekerasan pelajar seperti tawuran antar sekolah yang menjadi keprihatinan kita bersama. Kasus kekerasan antar pelajar, dipicu dari olok-olokan, surat kaleng yang berisi hinaan/tantangan berkelahi, berebut pacar, dan juga ketidaktrimaan kegagalan saat berkompetisi. Pengaruh buruk yang dibawa oleh seorang teman terkadang akan menular pada
kelompok
geng. Bilamana hal ini tidak segera tertangani akan meluas dan meruntuhkan moral para pelajar. Kaum muda haruslah banyak berkegiatan positif, menjalin hubungan baik antar sesama teman dan suka akan tegur sapa serta saling memaafkan satu sama lain. Salah satu metode dalam mengatasi fenomena kenakalan pada siswa ialah metode art therapy yaitu suatu media dalam pembelajaran yang mengkolaborasikan mata pelajaran seni dengan pendekatan psikologi. Anak-anak maupun siswa perlu mendapatkan ruang berekspresi agar ia dapat mencurahkan serta meluapkan emosinya pada karya seni yang diciptakannya. Dengan demikian adanya bimbingan dan pendampingan dari seorang guru maupun terapis/psikolog akan mampu mengarahkan dan memotivasi siswa agar memiliki keterampilan dalam pengelolaan emosi.

 

Artikel selengkapnya dapat diklik di sini.